Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

Dongeng Rumah Kebangsaan

Gambar
29 Oktober malam di Teater Kecil, TIM, Cikini, Jakarta, sejumlah cerdik pandai memaklumatkan satu gerakan: Rumah Kebangsaan, Gerakan Indonesia Memilih. Sebuah niat luhur, yang layak diapresiasi. Niat luhur itu terpampang dari keinginan para cerdik pandai itu, memillih pemimpin ideal masa depan, yang bisa menjaga gawang Indonesia. Inilah dongeng kaum cerdik pandai. Dongeng karena mencari pemimpin ideal tak serta merta ditelisik dari satu gerakan permanen seperti Rumah Kebangsaan. Seorang pemimpin lahir dan tumbuh tanpa ada rekayasa. Ia diamini kata-katanya dan laku hidupnya tanpa rekayasa. Lahir dan tumbuh secara alami. Kaum cerdik pandai yang dipelopori Komaruddin Hidayat ini, sepertinya frustasi dengan karut marut persoalan yang melilit Indonesia. Persoalan pengkaderan yang buruk di tubuh partai. Partai politik hanya jadi lumbung menanam benih kekuasaan tanpa mau menjenguk bagaimana seorang pemimpin dibentuk. Partai politik selalu saja bertimbang, pada kepentingan partai, pa...