Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gallery

Imam Ghazali Bertemu Nabi 200 Kali Lebih ketika Menulis Ihya Ulumuddin

Gambar
 Setiap usai ngaji Ihya  rasanya beda. Setelah asupan rohani, menyusul asupan jasad. Memang banyak kritik terhadap Kitab Ihya Ulumuddin. Salah satu kritik itu datang dari Ibnu Taimiyah. Ibnu Taimiyah berujar, perkataannya di Ihya Ulumuddin pada umumnya baik. Akan tetapi di dalamnya terdapat isi yang merusak, berupa filsafat, ilmu kalam, cerita bohong sufiyah dan hadits-hadits palsu. (Majmu’ Fatawa 6/54). Kritik Ibnu Taimiyah soal hadis-hadis palsu dalam Kitab Ihya, bisa jadi benar. Tapi ada cerita yang pernah dituturkan seorang Mursyid ketika saya sowan ke pengajiannya, hadis-hadis yang ditulis Imam Al Ghazali dalam Kitab Ihya tersebut dikonfirmasi langsung ke Baginda Nabi. Selama menulis Kitab Ihya Ulumuddin di menara Masjid Damaskus ini, Al Ghazali bertemu Baginda Nabi dalam mimpi hampir 200 kali. Jadi hadis-hadis yang ia tulis, langsung dikonversi ke Nabi. Cerita lain yang menarik dari Sang Mursyid, kehadiran Kitab Ihya Ulumuddin pada mulanya ditolak oleh “dekan” ...

Kisah Sedih Sastra Islam

Oleh Edy A Effendi PADA tahun 1948, sebuah sandiwara radio bertajuk Sinar Memancar dari Jabal An-Nur karya Bahrum Rangkuti digugat oleh publik, karena menyuguhkan adegan Nabi Muhammad menerima wahyu pertama di gua Hira melalui mikrofon. Cerita itu disadur dari The Christmas Carol karangan Charles Dickens dengan mengambil tema Natal, yang kemudian atmosfirnya diubah oleh Bahrum Rangkuti ke dalam lingkungan Islam; semalam sebelum lebaran. Anehnya, ketika cerita tersebut dimuat dalam Majalah Indonesia, Juli 1949, tidak mendapat reaksi dari publik.