Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Ide, Tubuh Puisi dan Posisi Kritikus

Gambar
 Oleh Edy A Effendi Diskusi buku puisi Daging Akar karya Gus tf di QB World Books, Kemang, Jakarta, pekan silam, menyisakan seperangkat isu sastra yang harus diungkap lebih dalam. Seperangkat isu sastra itu berpijak pada persoalan; apakah puisi harus didekati dan digumuli melalui ide-ide besar di luar tubuh puisi dengan pendekatan filsafat dan berbagai teori-teori besar, yang tidak memiliki signifikansi dengan persoalan tubuh puisi. Puisi dalam kerangka pendekatan seperti ini kemudian direkayasa, dikunyah, dan dicari padanannya dengan ide-ide besar di luar konteks puisi. Mencari ide dalam puisi inilah yang dikritik pegiat sastra Nirwan Dewanto ketika mendengar paparan Nirwan Ahmad Arsuka perihal puisi-puisi Gus tf. Arsuka mencoba melihat bahwa puisi-puisi Gus tf lebih ke arah metafisis atau lebih tepatnya banyak mitos yang tersembunyi dalam kumpulan Daging Akar. Dengan demikian, 38 puisi yang ada dalam kumpulan tersebut adalah rentetan gagasan lapuk, yang hanya mengulang...

Bercerminlah Secara Rohani

Gambar
Oleh Edy A Effendi Cermin. Barang sepele tapi kenapa bisa mengatur diri kita. Cermin bisa membuat orang pede. Bisa ‘bikin’ orang ragu. Bisa membuat orang malu dan bisa membuat orang bercermin tentang riwayat hidup yang bersemayam dalam diri. Itulah cermin, cerita mini