Tafsir Sastra dan Tindakan Reproduktif
Oleh Edy A Effendi KERJA penafsiran dalam dunia sastra, dalam batas-batas tertentu, memaksa kita untuk mematuhi peranti-peranti konseptual yang serba argumentatif dan koheran. Satu peranti konseptual yang disandarkan pada kerangka kerja ilmiah yang dibangun atas teori-teori, menghendaki adanya upaya kerja penafsiran teks tidak bersifat reproduktif (kembali kepada maksud pengarangnya), melainkan bersifat produktif melalui pembauran wawasan, ketika pembaca mencermati dan membongkar arti sebuah teks. Pada titik ini, teks mengalami proses pemaknaan dan interpretasi yang menyebar ke segala arah. Kerja penafsiran di atas, setidak-tidaknya mengikuti jejak pikiran yang pernah dikembangkan Paul Ricoeur, yang kerap diapungkan oleh banyak penulis, ketika berhadapan dengan karya sastra. Pendekatan teori teks Paul Ricoeur tampaknya ingin memperlihatkan satu kerangka teori teks ketika berhadapan dengan sebuah karya wacana. Teks adalah karya wacana yang dimantapkan. Dan, sebuah karya w...