Inilah Penuturan Orang yang Memfitnah Saya
Saya jadi makin merasa bersalah dan malu bukan kepalang. Bagaimana tidak, belum selesai saya mengusir rasa bersalah yang gentayangan mengedor-gedor dinding ingatan saya, Lanang Sawah malah memberi saya semangat dan keberanian buat berkarya! Terus terang, saya jadi ingat kalau pepatah “air susu dibalas air tuba”, dalam konteks ini berubah menjadi “air tuba dibalas air susu”–keburukan saya dibalas Lanang Sawah dengan kebaikan. Ya! Lanang Sawah menularkan semangat dan keberanian penuh keyakinan kepada saya. Saya memang masih harus banyak belajar, termasuk belajar membusukkan ingatan soal perbuatan buruk saya pada orang lain maupun Lanang Sawah. Dengan membusukkan segala ingatan buruk itu menjadi pupuk bagi pohon usia saya, kemudian saya membakarnya dengan kobaran semangat sekaligus keberanian dari berbagai sumber, termasuk dari Lanang Sawah, semoga saja buah-buah karya tulis saya pun berlahiran, terjun mengelinding hingga sampai ke mata pembaca, dan dapat dikunyah-nikmati siapa saja ya...