Postingan

Imam Ghazali Bertemu Nabi 200 Kali Lebih ketika Menulis Ihya Ulumuddin

Gambar
 Setiap usai ngaji Ihya  rasanya beda. Setelah asupan rohani, menyusul asupan jasad. Memang banyak kritik terhadap Kitab Ihya Ulumuddin. Salah satu kritik itu datang dari Ibnu Taimiyah. Ibnu Taimiyah berujar, perkataannya di Ihya Ulumuddin pada umumnya baik. Akan tetapi di dalamnya terdapat isi yang merusak, berupa filsafat, ilmu kalam, cerita bohong sufiyah dan hadits-hadits palsu. (Majmu’ Fatawa 6/54). Kritik Ibnu Taimiyah soal hadis-hadis palsu dalam Kitab Ihya, bisa jadi benar. Tapi ada cerita yang pernah dituturkan seorang Mursyid ketika saya sowan ke pengajiannya, hadis-hadis yang ditulis Imam Al Ghazali dalam Kitab Ihya tersebut dikonfirmasi langsung ke Baginda Nabi. Selama menulis Kitab Ihya Ulumuddin di menara Masjid Damaskus ini, Al Ghazali bertemu Baginda Nabi dalam mimpi hampir 200 kali. Jadi hadis-hadis yang ia tulis, langsung dikonversi ke Nabi. Cerita lain yang menarik dari Sang Mursyid, kehadiran Kitab Ihya Ulumuddin pada mulanya ditolak oleh “dekan” ...

Angkatan Sastra: Resume yang Menyesatkan

Gambar
Siapakah yang menghubungkan Shakespeare, Goethe, Dostoyevski dengan angkatan? Mereka besar sendiri-sendiri dan mengangkat sendiri-sendiri derajat sastra dan ke-budayaan dunia serta manusia (Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esei II, HB. Jassin) APA yang ingin kita katakan dengan slogan angkatan sastra? Apakah kehadiran sebuah angkatan mampu memberikan stigma bagi perkembangan sastra secara keseluruhan pada masa tertentu? Atau ia hadir sekadar pemoles bibir untuk memandang dan merin-dukan zaman baru bagi eksistensi kepenyairan sese-orang atau sebuah komunitas sastra? Rangkaian pertanyaan tersebut, layak untuk diajukan ketika kita dihadapkan pada hakikat sastra sebagai sumber kreativitas. Dan bukan ladang memperebutkan “kursi” angkatan untuk mentasbihkan diri masuk dalam komunits penyair pada zaman tertentu. Rangkaian pertanyaan di atas, mempertimbangkan pada satu hal bahwa angkatan sastra selalu mengabdi pada isme, gaya, kecenderungan-kecenderungan, dan orientasi-...

Celupan Allah, Sibghah Allah Itu

Gambar
Oleh Edy A Effendi Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir. (HR. Muslim no. 2392) Sabda Rasulullah di atas, perlu dicermati dengan baik. Tanpa kecermatan dalam membaca titah Kanjeng Nabi di atas, kita bisa tergelincir dalam prasangka. Dan berburuk sangka terhadap pernyataan Nabi yang sahih, jelas tak elok. Tak etis dan akan menuai keburukan-keburukan dalam diri. Dunia itu penjara buat orang beriman itu, maknanya bukan dikerangkeng oleh Allah segala gerak-gerik hidup seorang mukmin tapi diawasi Allah. Jika seorang mukmin merasa diawasi oleh Allah dalam segala gerak hidupnya, niscaya segala laku lampah hidupnya bukan merasa dikerangkeng tapi merasa dituntun Allah. Dituntun untuk mengendalikan segala hawa nafsu dunia agar bisa  diarahkan untuk masuk dalam skema aturan yang telah ditetapkan Allah. Dipenjara itu hakikatnya dilatih untuk taat menuju Nur Allah. Dicel...

Ide, Tubuh Puisi dan Posisi Kritikus

Gambar
 Oleh Edy A Effendi Diskusi buku puisi Daging Akar karya Gus tf di QB World Books, Kemang, Jakarta, pekan silam, menyisakan seperangkat isu sastra yang harus diungkap lebih dalam. Seperangkat isu sastra itu berpijak pada persoalan; apakah puisi harus didekati dan digumuli melalui ide-ide besar di luar tubuh puisi dengan pendekatan filsafat dan berbagai teori-teori besar, yang tidak memiliki signifikansi dengan persoalan tubuh puisi. Puisi dalam kerangka pendekatan seperti ini kemudian direkayasa, dikunyah, dan dicari padanannya dengan ide-ide besar di luar konteks puisi. Mencari ide dalam puisi inilah yang dikritik pegiat sastra Nirwan Dewanto ketika mendengar paparan Nirwan Ahmad Arsuka perihal puisi-puisi Gus tf. Arsuka mencoba melihat bahwa puisi-puisi Gus tf lebih ke arah metafisis atau lebih tepatnya banyak mitos yang tersembunyi dalam kumpulan Daging Akar. Dengan demikian, 38 puisi yang ada dalam kumpulan tersebut adalah rentetan gagasan lapuk, yang hanya mengulang...

Bercerminlah Secara Rohani

Gambar
Oleh Edy A Effendi Cermin. Barang sepele tapi kenapa bisa mengatur diri kita. Cermin bisa membuat orang pede. Bisa ‘bikin’ orang ragu. Bisa membuat orang malu dan bisa membuat orang bercermin tentang riwayat hidup yang bersemayam dalam diri. Itulah cermin, cerita mini

Tangisan Erendira

Gambar
di jalan Aracataca*, matamu kuyu meski debu masih menyisakan tangisanmu beri kabar tentang laut yang diam dan langit yang tak lagi menyimpan hujan

KEMATIAN AYAH

Gambar
-- mengenang almarhum ayahku 21 Januari 1998, saat beduk Isa tiba, ayahku terbaring di kamar tidur. Lampu padam. Atap kamar menangis, mega runtuh melepaskan bebannya ke sudu tembok yang kusam. Air hujan ngalir ke penjuru kamar. Ibuku mengaji berkali-kali, sambil mengusap air mata yang jatuh satu per satu di ujung sajadah. Ia basah kuyup; dari tubuhnya mengalir deras air mata yang tersimpan 300 tahun lalu. Di antara kegelapan dan rintik hujan itu, ayahku memasuki atap-atap langit. Bersama Nietzsche, aku bawa usungan jenazah ayah melewati alun-alun kota. Sambil membakar poster-poster tuhan yang berserakan di pinggiran jalan. Orang-orang ramai mengusung jenazah tubuhnya sendiri, memasuki laut yang tak lagi dipenuhi gelombang. Di antara rintik hujan, aku tanam jenazah ayah di dalam masjid. Masjid dan gereja hanyalah makam-makam dan nisan-nisan bagi tuhan. Aku ingin ayah menari dan membaca bersama tuhan di atas mimbar; mengenang arwah Coleridge, penyair romantik itu, sambil mem...