Postingan

Puisi Indonesia: Sembunyi dalam Gelap

Sastra Islam dalam Bingkai Bahasa Agama

Gambar
Oleh Edy A Effendi KEHADIRAN karya sastra yang bernafaskan Islam dalam arus kesusastraan Indonesia modern, seringkali hanya menjadi “pelengkap penderita” dalam konstelasi kehidupan sastra Indonesia. Padahal, kehadiran teks sastra bernafaskan Islam, merupakan bagian terpenting untuk memahami hubungan kausalitas antara seni Islam dan spiritualitas Islam. Hubungan kausalitas seni Islam dan spiritualitas Islam itu, menurut Titus Burckhardt, karena seni Islam diilhami oleh spiitualitas Islam secara langsung, sedangkan wujudnya dibentuk oleh karakteristik tertentu dari tempat penerima wahyu al-Quran, yaitu dunia Semit dan nomadis yang nilai-nilai positifnya diuniversalkan Islam . Kondisi semacam ini, yakni terciptanya kajian teks sastra berdasarkan hubungan kausalitas antara seni Islam dan spiritualitas Islam, didukung oleh mutan-muatan firman Tuhan yang diwujudkan dalam format kitab suci. Kitab suci sebagai sebuah teks menawarkan berbagai ragam bahasa, yang seringkali di-sandarkan pad...

Horison, Kebudayaan dan Tangan Dingin Goenawan Mohamad: Sebuah Refleksi

Gambar
Oleh Edy A Effendi HARI INI (10/7) edisi perdana Majalah Sastra dan Seni, Horison baru di tangan dingin Goenawan Mohamad diterbitkan. Sodoran pikiran yang digelindingkan Nirwan Dewanto, salah seorang redakturnya, perihal lahirnya kembali majalah sastra dan seni Horison baru itu, menarik untuk dibincangkan sebagai menu primer dalam agenda makanan pikiran kita. Nirwan, penyair dan eseis muda yang genial, membuka lembaran Horison baru dengan merekonstruksi perjalanan selama 27 tahun majalah sastra tersebut, sekaligus membangun satu piramida dalam bingkai kesenian Indonesia. Ia menyuguhkan pikiran kritis dan segar, bahwa kita membutuhkan sikap trans-kultur, dan bukan sejenis kebanggan nasional. Setidak-tidaknya demikianlah cara untuk belajar dari ‘kekeliruan’ dalam sejarah kesenian kita di abad-20; keinginan yang terlalu besar untuk jadi ‘modern’, malah memencilkan kita dari arus-arus baru pemikiran dan penciptaan di seluruh dunia. Tesis yang digulirkan Nirwana Dewanto, dalam batas-ba...

Paralogi: Satu Residu yang Tersisa

Gambar
Oleh Edy A Effendi Kenyataan sastra hari ini, mau tak mau, harus dilihat dan dipandang dalam prinsip-prinsip paralogi. Satu prinsip atau kaidah yang mendedahkan keberagaman realitas, unsur-unsur, dan ruang permainan dengan logikanya masing-masing, tanpa harus saling menindas atau mengerangkeng satu dengan yang lain . Para cerdik pandai melihat realitas ini, ibarat permainan catur. Setiap bidak memiliki rule of game dan kehendak sendiri tanpa harus saling menindas bidak-bidak lain. Dalam paralogi, imajinasi merupakan kekuatan atau daya yang penting. Paralogi tidak dibangun atas dasar kesepakatan melalui proses yang berkesinambungan dengan aturan main yang ada, melainkan melalui apa yang disebut Jean Francois Lyotard sebagai dissensus yang tidak selalu berkesinambungan. Paralogi juga tidak dibangun sepenuhnya atas penemuan-penemuan baru, melainkan berupa kemampuan menggunakan apa yang sudah ada, sudah tersedia dengan cara-cara baru. Tentu saja, niatan melihat dan memandang sast...

Ruang Pertunjukan, Dunia Simulasi Kenyataan

Gambar
Oleh Edy A Effendi Ruang pertunjukkan selalu berusaha bersandar pada realitas. Bersandar pada kenyataan-kenyataan yang terjadi di sekitar kita.  Dan kenyataan-kenyataan itu, selalu menjebak, mengkerangkeng  dengan berbagai gugusan ide yang bertebaran.  Gugusan ide yang berkeliaran dalam ruang pertunjukkan, hakikatnya penjabaran dari dunia simulasi kenyataan. Gugusan ide itu, mau tak mau,  mengandaikan tarik menarik proses objektivikasi antara ruang pertunjukkan, para pelaku seni, kreator  dengan kenyataan yang terjadi di luar pertunjukkan.  Dan sebuah ruang pertunjukkan,  ditakdirkan untuk mentakbirkan berbagai ragam isu, gagasan dan berbagai pernik hidup yang berkeliaran di ranah publik. Dan gugusan ide itu, sering dijadikan alat ukur “bobot  kehadiran” sebuah seni pertunjukan. Persoalannya yang timbul , apakah  perluasan “bobot kehadiran” seni pertunjukan, bentuk representasi dari keberhasilan sebuah seni pertunjukkan?...

Inilah Penuturan Orang yang Memfitnah Saya

Gambar
Saya jadi makin merasa bersalah dan malu bukan kepalang. Bagaimana tidak, belum selesai saya mengusir rasa bersalah yang gentayangan mengedor-gedor dinding ingatan saya, Lanang Sawah malah memberi saya semangat dan keberanian buat berkarya! Terus terang, saya jadi ingat kalau pepatah “air susu dibalas air tuba”, dalam konteks ini berubah menjadi “air tuba dibalas air susu”–keburukan saya dibalas Lanang Sawah dengan kebaikan. Ya! Lanang Sawah menularkan semangat dan keberanian penuh keyakinan kepada saya. Saya memang masih harus banyak belajar, termasuk belajar membusukkan ingatan soal perbuatan buruk saya pada orang lain maupun Lanang Sawah. Dengan membusukkan segala ingatan buruk itu menjadi pupuk bagi pohon usia saya, kemudian saya membakarnya dengan kobaran semangat sekaligus keberanian dari berbagai sumber, termasuk dari Lanang Sawah, semoga saja buah-buah karya tulis saya pun berlahiran, terjun mengelinding hingga sampai ke mata pembaca, dan dapat dikunyah-nikmati siapa saja ya...

Tafsir Sastra dan Tindakan Reproduktif

Gambar
Oleh Edy A Effendi KERJA penafsiran dalam dunia sastra, dalam batas-batas tertentu, memaksa kita untuk mematuhi peranti-peranti konseptual yang serba argumentatif dan koheran. Satu peranti konseptual yang disandarkan pada kerangka kerja ilmiah yang dibangun atas teori-teori, menghendaki adanya upaya kerja penafsiran teks tidak bersifat reproduktif (kembali kepada maksud pengarangnya), melainkan bersifat produktif melalui pembauran wawasan, ketika pembaca mencermati dan membongkar arti sebuah teks. Pada titik ini, teks mengalami proses pemaknaan dan interpretasi yang menyebar ke segala arah. Kerja penafsiran di atas, setidak-tidaknya mengikuti jejak pikiran yang pernah dikembangkan Paul Ricoeur, yang kerap diapungkan oleh banyak penulis, ketika berhadapan dengan karya sastra. Pendekatan teori teks Paul Ricoeur tampaknya ingin memperlihatkan satu kerangka teori teks ketika berhadapan dengan sebuah karya wacana. Teks adalah karya wacana yang dimantapkan. Dan, sebuah karya w...